8.4.15

Awan Kelabu Di Atas Bumi Nusantara

Tags

Awan Kelabu Di Atas Bumi Nusantara - “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.” (John F. Kennedy)

Awan-Kelabu-Di-Atas-Bumi-Nusantara

Dari sepenggal kata-kata Presiden Amerika Serikat yang ke 35 ini saya akan mulai tulisan ini. Saya hanyalah anak gunung yang akan sedikit mengeluarkan keluh kesah saya melalui tulisan ini. tapi maaf kayaknya judulnya agak mengerikan ya, ha....ha..

Beberapa hari ini kita disuguhi berita tentang suasana tidak stabilnya suasana politik yang terjadi di negeri tercinta kita ini. Gonjang-ganjing suasana politik dari mulai naiknya harga bbm, tentang kepres yang salah ditanda tanggani Presiden Jokowi, carut marut partai politik, dan tentnya masih banyak lagi permasalahan yang melanda Negeri Nusantara ini.

Dari semua permasalahan yang terjadi tentunya yang paling diuntungkan adalah media pemberitaan (pers), karena wartawan bisa mendapatkan berita yang lagi hangat untuk disuguhkan ke pembaca. Dengan adanya kebabasan pers saat ini masyarakat bisa mengakses segala berita kapan dan dimanapun berada seiring dengan perkembangan ilmu tekhnologi.

Dengan semakin berkembangnya dunia internet dan sosial media saat ini, semua orang dapat membaca dan juga men share berita ke sosial media manapun dengan mudah, namun disinilah saya sering melihat dan membaca apabila suatu berita yang di share ke sosial media pasti akan menjadi bahan perdebatan dan juga olok-olokan, bahkan caci-maki yang terkadang dengan kata-kata yang kurang pantas, apalagi kata-kata itu ditujukan kepada seorang pemimpin negara.

Bukannya sok alim dan sok bijak, memang semua masyarakat saat ini merasakan akibat dari apa yang terjadi dari suasana politik di negeri ini. Namun menurut saya sangat tidak pantas apabila sosial media dijadikan tumpahan untuk mengeluarkan sumpah serapah yang kurang sopan. Orang pasti tidak akan luput dari sebuah kesalahan, entah itu besar ataupun kecil, semua tergantung pada posisi kita. Namun kita juga tidak pantas dengan menghakimi kesalahan seseorang dengan membabi buta.

Kebali ke sepenggal kata bijak diatas, "Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepada kita, namun Apa yang telah kita berikan kepada negara". Memang negara berkewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya, tetapi alangkah lebih baiknya berbuatlah semampu kita terutama untuk kita sendiri dan keluarga kita. Sumpah serapah, caci maki tidak akan merubah keadaan kita, apalagi itu dilakukan dimedia sosial, salah-salah malah akan membawa kita ke sebuah masalah yang besar.

Inilah uneg-uneg yang ada dihati saya saat melihat komentar yang ada dimedia sosial, semoga kita selalu bijak dalam menggunakan media sosial, maaf bila banyak kata yang kurang berkenan, bukan maksud untuk menggurui. Salam Blogger    

2 komentar

iya mas negri ini sudah amburadul, hukum tak lagi ditegakkan dan sekarang ekonomi sedang sulit..makanya banyak yang miskin dan korupsi tetap berjalan seperti biasa..

betul mas, tp kadang saya miris kala baca coment di media sosial, masa seorang presiden diolok-olok dan sudah tidak ada harganya sama sekali di mata rakyat.

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.
EmoticonEmoticon