21 Agustus 2015

Tehnik Pembuatan Bibit Okulasi Dan Sambungan

Benih atau bibit merupakan modal dasar dalam berkebun buah-buahan maupun yang lainnya. Kesalahan dalam memilih bibit akan sulit dalam memperoleh hasil yang baik walaupun dikelola dengan sempurna. Oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan pemilihan bibit yang baik, entah itu dari biji maupun dari okulasi maupun sambungan.

Bibit Okulasi Dan Sambungan
Apabila Anda ingin membuat bibit secara okulasi maupun sambungan, dan nantinya bisa mendapatkan hasil yang baik Anda juga harus memilih bibit yang unggul. Nah.. berikut ini langkah-langkah pembibitan buah-buahan unggul secara okulasi dan sambungan  :
  1. Tentukan pohon induk unggul yang akan dibibitkan. Pohon harus dijaga dan dipelihara secara baik.
  2. Siapkan lahan persemaian, bila diperlukan lengkapi dengan peneduh.
  3. Siapkan biji buah-buahan untuk batang bawah. Penggunaan batang bawah dari bibit setek atau cangkok akan menghasilkan tanaman dengan perakaran yang tidak kuat.
  4. Siapkan sarana-prasarana pendukung seperti pisau, gunting pangkas, dan tali rafia pembalut.
Buji untuk batang bawah diseleksi, pilih biji yang baik dan seragam dan juga sehat. Biji dapat disemai langsung di lahan persemaian ataupun plybag. Bibit baru dapat diokulasi/sambung setelah daun yang mekar sekitar 3-6 helai atau sudah berumur 4-24 bulan, tergantung jenis tanamannya.

Pembuatan okulsi dapat dilakukan setelah kulit batang bawah dapat dikupas. Akan lebih bagus dilakukan saat bibit sedang aktif tumbuh daun muda, sedangkan untuk pembuatan sambungan dapat dilakukan setiap saat.

Pengambilan entres/cabang mata tempel, agar mudah dalam pengambilan mata tempel dari kambium kayu cabang entres, sebaiknya dilakukan setelah daun tunas mulai menua. Setalah bibit batang bawah dan cabang entres siap, maka mulai dilakukan okulasi dan sambungan.

htt://kemejingnet.blogspot.com
Okulasi

Cara Membuat Bibit Okulasi
  1. Ambil cabang entres/mata tunas yang baik dari cabang primer dan sekunder pohon induk yang telah berbuah dan sehat.
  2. Ambil mata tunas dari cabang entres dengan pisau okulasi dengan hati-hati. Ukurannya sama dengan celah yang dibuat pada bibit batang bawah. Lepaskan kulit kayu yang melekat pada mata tunas dengan hati-hati agar matanya tidak pecah.
  3. Buat celah dengan mengupas kulit kayu bibit batang bawah pada ketinggian sekitar 20 cm dari permukan tanah. Lebar celah 0,5-1 cm dengan panjang2-3 cm. Potong 2/3 bagian kulit batang sebelah atas hingga membentuk lidah.
  4. Sisipkan mata tunas tepat di bawah lidah hingga sisi mata tunas bersentuhan dengan kulit celah batang bawah, tidak boleh menindih.
  5. Balut mata tunas dengan tali rafia halus hingga rapat. Pembalutan dimulai dari bawah keatas, dengan cara ini mata tunas tidak terkena air siraman dan terlindung dari terik matahari.
  6. Buka balutan setelah mata tunas mulai hidup/tumbuh, biasanya antara 3-6 minggu setelah okulasi. tandanya, warna mata tunas tetap hijau, bila warnanya cokelat berarti mati. selanjutnya batang atas di atas mata tunas dipatah lengkungan atau ujungnya. Setelah bertunas sepanjang 5 cm atau lebih, barulah kemudian batang atas dipotong seluruhnya.
http://kemejingnet.blogspot.com
Sambung
 Cara Membuat Bibit Sambungan
  1. Potong bibit batang bawah pada ketinggian 10-20 cm dari tanah, khusus utuk durian 5 cm diatas cincin (bekas melekatnya kontiledon)
  2. Belah ujung batang bawah sedalam 1-3 cm.
  3. Potong cabang entres (cabang atas) dari pohon induk, runcingkan/sayat dasar entres pada kedua sisi yang berhadapan sepanjang 1-3 cm hingga membentu baji pahat.
  4. Sisipkan batang atas (baji) ke dalam celah batang bawah. Cara menyisipkan harus cermat agar kambium batang atas menyentuh kambium batang bawah, walaupun hanya satu sisi. Persentuhan kambium merupakan kunci keberhasilan sambungan.
  5. Balut sambungan tersebut dengan tali rafia dari bawah keatas hingga erat dan rapat.
  6. Tutup (sungkup) bibit yang telah disambung dengan kantong plastik transparan agar lembab. Kemudian, simpan di bawah naungan. Sungkup dibuka sampai batang atas tumbuh tunas baru, biasanya setelah 1-1,5 bulan.
Demikian tehnik tentang pembibitan secara okulasi dan secara sambung, mohon maaf bila banyak salah kata, semoga bisa bermanfaat.


Artikel Terkait

24 komentar

cara seperti ini sudah jarang orang mengetahuinya ya mas.. terima kasih lho

Teringat kearifan orang2 jawa jaman dulu tentang bibit-bebet-bobot. Mungkin ispirasinya juga bersumber dari alam ya. Karena menurut tulisan diatas kalo salah memilih bibit...hasil panenannya juga kurang optimal.

2 bulan kemarin saya bikin sambungan gagal. harusnya baca ini dulu kayanya. sampai sekarang hasil sambungan saya mati

terimakasih saya coba lagi ah.

Orang lebih suka sambungan internet mbak, :)

betul mas. kata orang tua pakai ilmu titen...

Kalau untuk bibit durian memang agak sulit mas apalagi kalau okulasi

Iya Mang dicoba lagi, memangnya yang disambuang apa mAng.?

wah bisa di coba nih pada bunga-bunga di halaman

saya sumber biibit yang baik bukan ya.heuheu

Iya mas, bisa berexperimen satu pohon dengan bunga yang berwarna-wari

pohon mangga kang. belum gagal saya kang

Saya juga pernah membuat artikel tentang pertanian. Banyak juga peminatnya.

saya pernah nyoba, tapi slalu aja gagal. Mungkin dengan cara ini mudah2an bisa sukses kang, nanti akan saya coba,trims

seandainya pohon duren dan manggis bisa di sambung kira-kira jadinya seperti apa ya?

Maksih mas infonya, maksih juga dah mampir

Sama-sama mas, silahkan dicoba lagi

Bisa-bisa ada manggis berduri nanti mbak :)

eh mkasudnya masih gagal saya kang

nah kalo jadi laku di jual nih. unik jadinya

Nanti kalau saya sudah punya kebun bisa dipraktekkin nih mas

boleh juga mas teknik pembuatan bibitnya :). nanti saya coba dirumah ah ..
makasih informasinya :)

Silahkan mas Dwi, sekarang mah kebunya kebun blogger yah :)

Silahkan mbak Dewii, semoga aja bermanfaat.

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.
EmoticonEmoticon