logo blog
Selamat Datang Di Blog KemejingNet
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog KemejingNet,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Tehnik Pembenihan Dan Pembibitan Tanaman

Keberhasilan penanaman hutan sangat ditentukan oleh mutu benih dan mutu bibit yang digunakan. Mutu benih ditentukan oleh sifat genetik dan pengolahannya, sedangkan mutu bibit selain ditentukan oleh mutu benih juga ditentukan teknik pengolahannya selama persemaian.

Didalam menyiapkan agar sumber benih menghasilkan benih bermutu dengan junlah banyak, maka semua itu harus dikelola dengan baik. Pengelolaan meliputi pemeliharaan tanaman, penyediaan benih dan sampai penyalurannya. Pengelolaan pembibitan sangat perlu dilakukan karena merupakan langkah awal untuk menyiapkan bahan tanam yang sehat dan bermutu dan didalam pelaksanaanya, pembibitan harus betul-betul dilaksanakan sesuai teknis dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.

http://kemejingnet.blogspot.com
Gambar Koleksi Pribadi
A. Pembenihan
Dilihat dari sistim pengadaan benih, maka benih dapat dibedakan menjadi menjadi 2 yaitu  :
  1. Benih Genertif yaitu benih / bahan tanam yang berasal dari biji.
  2. Benih Cegetatif yaitu benih / bahan tanam yang berasal dari tanaman atau bagiannya yang dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman, baik secara alamiah maupun buatan.
B. Pemilihan Sumber Benih
Dalam pemilihan sumber benih juga perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut  :
  1. Benih yang baik berasal dari induk yang baik.
  2. Benih diambil dari pohon induk yang sidah tua (berumu) yaitu pohon yang sudah berbuah lebih dari 3 kali.
  3. Benih tidak diunduh dari pohon yang tumbuh menyendiri / jarang, karena pohon tersebut akan menghasilkan benih dari hasil kawin sendiri.
  4. Sebaiknya benih dikumpulkan dari pohon-pohon yang tumbuh dalam satu tempat terdapat jumlah pohon yang cukup / mengelompok.
  5. Bila membeli benih, sebaiknya menggunakan benih yang berasal dari sumber benih yang jelas asal-usulnya / berlabel  dan juga bersertifikat.
C. Pemilihan Lokasi Persemaian
Agar dalam perawatannya bisa optimal, lokasi persemaian juga harus memenuhi syarat sebagai berikut  :
  1. Dekat dengan air.
  2. Tempat datar, kelerengan tidak lebih dari 5%.
  3. Tenaga kerja mudah didapat.
  4. Lokasi dekat dengan jalan.
  5. Dekat dengan lokasi penanaman.
  6. Lokasi terbuka.
  7. Tersedia cukup bahan media yang akan dipergunakan.
  8. Aman.
D. Pembuatan Bedengan
Pembuatan bedengan terdiri dari 2 kegiatan  :

I. Bedeng Tabur
  1. Bedeng tabur dibuat untuk menyemaikan benih dari proses perkecambahan sampai dengan bibit / anakan cukup kuat untuk disapih ke bedeng sapih
  2. Ukuran bedengan, pajang 5 meter dan lebar 1 meter, atau bisa menyesuaikan lokasi.
  3. Arah bedengan menghadap Utara - Selatan.
  4. Jika diperlukan bedengan diperkuat dengan bambu atau batu bata.
  5. Jika menggunakan atap atau naungan sebaiknya menhadap ketimur.
http://kemejingnet.blogspot.com
Gambar Koleksi Pribadi
 II. Bedeng Sapih
  1. Bedeng sapih dibuat untuk menyusun polybag / kantong plastik yang sudah terisi media.
  2. Bedeng sapih sebaiknya diprkuat dengan belahan bambu di sisi kanan dan kiri, agar polybag / kantong plastik tidak roboh dan bedengan menjadi lurus.
  3. Ukuran bedengan panjang 5 meter dan lebar 1 meter atau menyesuaikan lokasi.
  4. Bedengan yang baik dengan arah Utara- Selatan.
  5. Berilah atap / naungan dengan tujuan melindungi anakan yang baru disapih, agar tidak terlalu terkena panas sinar matahari.
http://kemejingnet.blogspot.com
Gambar Koleksi Pribadi
E. Penyiapan Media (Tanah)
Media yang dimaksud adalah campuran tanah dan pupuk kandang, dengan perbandingan 2:1. Media tanah yang dimaksud disini adalah yang nantinya akan dimasukkan kedalan polybag / kantong plastik. Media yang baik agalah media yang cukup porous, artinya dapat menyerap dan menahan air dengan mudah.

F. Penyiapan polybag / kantong plastik
  1. Isi polybag dengan media tanah yang sudah disiapkan.
  2. Pengisian harus penuh.
  3. Polybag / kantong plstik disusun dalam bedengan yang telah disiapkan secara rapih tegak lurus dan rapat.
  4. Pasang naungan jika diperlukan.
Demikian Teknik Pembenihan Dan Pembibitan Tanaman. Sumber artikel ini saya dapat dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Purworejo, dan telah kami praktekkan pada tahun 2012 saat pembuatan Kebun Bibit Rakyat oleh kelompok Tani makmur Jaya I Desa Kemejing dan Alhamdulilah berhasil. Semoga bermanfaat.


Enter your email address to get update from KemejingNet.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

8 komentar

Baca teorinya kelihatannya mudah dipraktekkan ya mas jadi pengin berkebun nih cuma sayang diperumahan lahannya terbatas

Balas

wah, lengkap banget yaa mas cara penanamannya :)

Balas

Bila lahan sempit bisa mengunakan media polybag yang besar mas

Balas

ini ilmu nih yang harus di catat dan di bisakan baik-baik.
siapa tau kan indonesia nanti jadi peng ekpor benih atau bibit buat bikin hutan.
sepertinya belum ada kan ya.

Balas

Semoga kang. Amiin..

Balas

Iya mbak. makasih

Balas

efek dari anakan yang terkena sinar matahari langsung itu apa mas?
apa akan langsung mati bila tgerkena sinar matahari langsung?

Balas

maksudnya anakan yang baru dipindah dari bedeng tabur ke polybag, kan basanya masih rentan apabila terkena matahari secara langsung, maka diperlukan naungan mas.

Balas

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda yang sesuai dengan topik, mohon maaf bila kadang telat berkunjung balik.

Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.

Copyright © 2016. KemejingNet - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Modification by KemejingNet Proudly powered by Blogger