logo blog
Selamat Datang Di Blog KemejingNet
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog KemejingNet,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Macam - Macam Bahan Pengawet Alami

Bahan pengawet adalah bahan yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar produk tersebut tetap segar aroma dan rasanya tidak berubah. Bahan pengawet juga melindungi makanan dan minuman dari kerusakan akibat proses pembusukan, benturan, proses fisik seperti kondisi lingkungan tempat penyimpanan yang lembab, basah, panas ataupun dingin, serta kerusakan karena serangan serangga atau tikus.

Macam - Macam Bahan Pengawet Alami

Produsen olahan pangan sengaja menambahkan bahan pengawet agar kualitas produknya meningkat dan bisa tahan lama. Untuk mengetahui waktu penyimpanannya, produk olahan pangan dalam kemasan mencantumkan tanggal kedaluarsa (expired date). Tanggal ini menunjukkan sampai kapan makanan atau minuman masih layak untuk dikonsumsi tanpa membahayakan kesehatan. Produsen melakukan berbagi cara pengawetan seperti penggaraman, pendinginan, penyinaran, pengeringan dan penyimpanan.

Ada dua macam bahan pengawet yang sering digunakan yaitu bahan pengawet alami dan bahan pengawet sintetis. Proses pengawetan alami telah banyak dilakukan masyarakat. pengawetan ini dilakukan dengan menggunakan bahan makanan seperti bawang putih, gula, asam, garam, kluwak dan kunyit. Bahan-bahan tersebut dapat digunakan sebagai pengawet karena mampu mencegah perkembangbiakan mokroorganisme pembusuk, sehingga makanan tidak cepat rusak sewaktu didistribusikan dan disimpan dalam waktu lama.

Berikut ini beberapa proses pengawetan dengan menggunakan bahan pengawet alami  :

1. Garam Dapur  
Selain meningkatkan cita rasa makanan, garam dapur dapat berfungsi sebagai pengawet, karena senyawa ini mampu menyerap air sehingga se-sel mikroba dalam makanan akan mati karena dehidrasi. pengawetan menggunakan garm dapur dikenal dengan penggaraman. cara ini banyak dilakukan pada pembuatan asinan buah atau sayur, telur asin, dan ikan asin.

2. Bawang Putih
Bawang putih dengan nama lain Allium sativum ini mengandung senyawa allicin. Senyawa ini efektif mematikan bakteri. Bawang putih mampu menghambat pertumbuhan khamir dan bakteri, serta bersifat antimikroba seperti Escherichia coli, Shigella sonnei, Stapylococcus aureus, dan Aerobacter aerogenes. Selain itu senyawa ini mampu menguragi jumlah bakteri aerob, coliform, dan mokroorganisme lain sehingga bahan makanan akan lebih awet.

3. Gula
Gula dapat digunakan sebagai pengawet karena bersifat higroskopis atau menyerap air. Dengan penambahan gula pada bahan makanan, sel-sel bakteri yang ada didalam bahan makanan akan mengalami dehirasi sehingga mati. Bahan ini sering digunakan pada pembuatan selai, dodol, sirup, dan manisan.

4. Keluak/Pucung
Keluak banyak memiliki nama seperti kepayang, picung, atau pucung. Biji Keluak selain dapat digunakan sebagai pewarna, juga dapay digunakan sebagai pengawet ikan. Ikan segar yang diberikan cincangan biji keluak akan mampu bertahan selama 6 hari tanpa berubah kualitasnya, sementara jika menggunakan es hanya mampu bertahan selama 6 jam. Mengenai keluek silahkan baca Proses pengolahan Pucung Menjadi Keluek.

5. Asam
Selain memberikan rasa masam pada olahan pangan, asam dapat digunakan sebagai pengawet. Bahan alami ini mampu mencegah terjadinya perubahan warna cokelat atau terjadinya reaksi oksidasi pada bahan makanan yang dikupas, seperti buah, sayur. Selain mempertahankan warna, bahan ini mampu meningkatkan daya simpan olahan pangan.

6. Kunyit
Kunyit dapat digunakan sebagai pengawet makanan karena mengandung kurkuminoid yang berfungsi sebagai antibakteri, antiradang, antibiotik, antioksidan, dan antikanker. Kunyit banyak ditambahkan dalam proses penggolahan tahu. Mengenai asam jawa dan kunyit silahkan baca Manfaat Kunyit dan Asam Jawa

Selain bahan pengawet alami seperti yang tersebut diatas ada juga bahan pengawet sintetis. di pasaran saat ini telah ditemukan beberapa olahan pangan yang menggunakan pengawet berbahaya. Pengawet berbahaya yang dimaksud adalah formalin dan boraks. Kedua bahan ini merupakan pengawet nonpangan yang disalahgunakan sebagai pengawet olahan pangan. Silahkan baca Ciri-ciri Makanan Mengandung Formalin.

Demikian mengenai macam-macam bahan pengawet alami semoga bermanfaat bagi semua, Salam sehat selalu bagi semua.

Enter your email address to get update from KemejingNet.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

3 komentar

baru tau mas saya dengan ini Keluak/Pucung

Balas

kaya apa bentuknya mas

Balas

Silahkan lihat di artikel Proses Pengolahan Pucung Menjadi Keluwek mas.

Balas

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda yang sesuai dengan topik, mohon maaf bila kadang telat berkunjung balik.

Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.

Copyright © 2016. KemejingNet - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Modification by KemejingNet Proudly powered by Blogger