7.3.17

Potensi Bisnis Online Di Era Digital

Tags

Potensi Bisnis Online Di Era Digital. Pada era yang serba digital sepeti sekarang ini perkembangan proses bisnis tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi dan perkembangan kebudayaan manusia. Di era ini, sebuah platform teknologi informasi yang berkembang pesat dan telah berhasil merubah tata cara kehidupan manusia yaitu internet (interconnected network).

Yah, internet saat ini telah banyak merubah kehidupan di dunia ini, baik itu dari segi untuk mendapatkan informasi maupun dari segi peluang yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan bisnis secara online. Dalam era digital yang semakin hari semakain pesat saja perkembangannya, Potensi Bisnis Online  sepertinya menjadi sebuah fenomena yang semakin menjanjikan untuk dijalankan.

Potensi-Bisnis-Online-Di-Era-Digital

Potensi Bisnis Online Bagi Pengguna Internet

Dikutip dari Internet World Stats, saat ini jumlah pengguna internet dunia ini telah mencapai 2,4 miliar kepala atau 34% dari seluruh populasi dunia, hal ini akan terus bertumbuh dengan rata-rata kecepatan 14 juta orang setiap bulannya. Dengan semakin banyaknya jumlah pengguna internet, tentu akan semakin membuat proses bisnis yang berbasis online akan lebih relevan untuk dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis, terutama didalam mengedukasi dan meraup pasar. Proses bisnis berbasis online menjadi peluang dan tantangan baru bagi wirausahawan dan korporasi, bahkan dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif bagi mereka.
Baca Juga : 8 Peluang Bisnis Online Menjanjikan Tanpa Modal Besar
Fenomena yang berkembang saat ini adalah pemasaran berbasis online, atau yang lebih keren sering disebut digital marketing, yang telah banyak digunakan oleh para pelaku bisnis dan usaha didalam memanfaatkan kesempatan dan peluang yang ada dari kondisi dinamis model bisnis modern. Seperti apa yang disampaikan oleh seorang dosen dari SKM IM Telkom Dr. Dewi K. Soedarsono, sebagai penggunaan internet dan teknologi digital terkait untuk mencapai tujuan pemasaran.

Digital marketing telah menjadi tren pada proses bisnis pemasaran karena keunggulannya berupa cakupan yang luas (mencakup seluruh dunia), akses yang mudah, dan biaya yang relatif murah bahkan tidak berbayar. Pemasaran berbasis online ini diharapkan dapat membantu pelaku bisnis dalam melakukan ekspansi pasar, mempermudah proses transaksi, serta menginformasikan profil dan kondisi perusahaan. Dengan semakin bertambahnya jumlah kompetitor di internet maka semakin ketat pula kompetisi di dalamnya.

Resiko Bisnis Online

Ada peluang tentu juga ada resiko, terlepas dari keunggulan-keunggulannya, dalam kegiatan digital marketing juga akan ada risiko yang harus diwaspadai oleh pelaku usaha. Apapun platform dan perannya, risiko paling utama yang sering terjadi pada dunia digital marketing adalah cyber-security risk. Cyber-security risk merupakan risiko yang diakibatkan oleh inefektivitas dari pengamanan digital, yang memungkinkan sistem digital dan informasi di dalamnya untuk dibajak oleh peretas dan tidak dapat berproses sesuai dengan keinginan pemilik sistem.

Resiko yang paling umum terjadi dalam dunia internet marketing adalah pencurian aset penting sebuah perusahaan seperti intellectual property, customer data maupun transaksi finansial yang berada di internet. Hal ini sangat perlu diketahui oleh para pelaku bisnis online, bahwa cyber-risk akan terus menerus berkembang dan juga memiliki dampak yang besar seiring bertambah majunya tekonologi di dunia internet khususnya.

Selain risiko yang disebutkan di atas, digital marketing juga berpotensi menimbulkan risiko-risiko lain yaitu Resiko pemasaran, risiko kegagalan didalam pemasaran dapat terjadi karena akibat tidak efektifnya digital marketing yang dijalankan oleh pelaku bisnis dalam menarik konsumen untuk membeli produknya. Adapun kegagalan tersebut bisa diakibatkan oleh kesalahan konten pemasaran yang berkaitan dengan target dan segmen pasarnya, ketidakjelasan informasi, dan ketidakpercayaan konsumen. Resiko penipuan juga muncul karena adanya kemungkinan praktik penipuan oleh penjual maupun pembeli.

Menghadapi Resiko Dalam Bisnis Online

Untuk Menghadapi berbagai resiko yang ditimbulkan dari kegiatan digital marketing, pelaku bisnis harus mempunyai sifat proaktif, yaitu dengan cara menerapkan manajemen risiko untuk melindungi, menjaga serta menciptakan nilai lebih bagi usahanya yang dikelolanya. Adapun untuk menangani pencurian data oleh cyber perlu diterapkan cyber-security risk, yaitu dengan menerapkan cyber-security risk management.

Menurut Lawrence A. Gordon, seorang Profesor dari University of Maryland Institute for Advanced Computer Studies, cyber-security risk dapat dikelola dengan cara melakukan pengembangan teknis, kontrol internal, pengembangan perilaku karyawan dan kultur organisasi, melakukan information sharing, dan menerapkan asuransi pada cyber-security.
Baca Juga : Cara Menjadi Jutawan Lewat Google Adsense
Dengan menerapkan kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat mengurangi bahkan menghilangkan kemungkinan terjadinya peretasan dan penyebaran informasi rahasia perusahaan. Untuk mengelola risiko pemasaran, pelaku bisnis dapat meningkatkan kualitas digital marketing dengan cara mengontrol output pemasaran digital atau mempekerjakan tenaga ahli di bidang tersebut. Perusahaan juga dapat melakukan diversifikasi metode pemasaran untuk mencapai target pemasarannya. Sedangkan untuk mengantisipasi risiko fraud, pelaku bisnis dapat menggunakan sistem transaksi yang didesain khusus untuk menghindari penipuan.

Setiap bisnis pasti mempunyai potensi maupun resiko begitu juga dengan Bisnis online. Potensi Bisnis Online Di Era Gigital memang memiliki pangsa yang cerah disaat ini, namun untuk memulai bisnis secara online tentu dibutuhkan persiapan, modal dan juga daya ddukung dari sumber daya manusia yang akan mengelolanya.

1 komentar so far

Pengguna internet 2 milyar orang, kira-kira yang jadi publisher berapa ya? :D

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.
EmoticonEmoticon