Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik

Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik - Sampah sampai saat ini masih menjadi masalah klasik yang sering menjadi persoalan didalam penangannya. Di Negara kita kesadaran orang untuk membuang sampah pada tempat yang disediakan masih sangatlah minim, tidak heran jika masih banyak tempat-tempat kumuh akibat pola pembuangan sampah yang sembarangan.

Sampah dibedakan menjadi 2, yaitu organik dan non organik.

Sampah organik  : yaitu sampah yang udah untuk terurai kembali ketika dibuang ke tanah. Contoh sampah organik yaitu sampah dari limbah rumah tangga semisal, daun, sayur-sayuran yang sudah tidak terpakai an lain sebagainya.

Sampah non organik  : yaitu sampah yang tidak bisa terurai ketika dibuang ke tanah, misalnya, plastik, botol minuman dan lain sebagainya.

Untuk meminimalisir keberadaan sampah yang bisa mencemari linkungan, saat ini banyak dilakukan pengelolaan sampah, baik itu sampah organik maupun non oranik. Sampah organik banyak dikembangan dan di olah kembali menjadi pupuk organik, baik yang cair maupun yang biasa.

Nah, pada kesempatan ini Cerita Tani akan berbagi bagaimana memanfaatkan sampah rumah tangga yang organik untuk dijadikan pupuk. Disini sampah rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk organik bisa dan juga ppuk organik cair. Ok, langsung saja disimak caranya...

Mengolah-Sampah-Rumah-Tangga-Menjadi-Pupuk-Organik


Cara Membuat Pupuk Organik Dari Sampah Rumah Tangga

1. Langkah Pertama 
Pisahkan terlebih dahulu antara sampah organik dari sampah non organik. Sampah organik bisa berupa sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran. Agar nanti sampah bisa cepat terurai sebaiknya cacah atau potong-potong sampah yang mempunyai ukuran besar.

2. Langkah Kedua
  • Persiapkan terlebih dahulu wadah, wadah bisa dari tong plastik atau bekas kaleng cat (Adapun ukuran wadah bisa menyesuaikan). 
  • Selanjutnya masukkan sampah rumah tangga organik yang telah dipilih tani kedalam tong, adapun bahan lain yang bisa ditambhkan adalah serbuk gergaji dan juga pupuk kandang dan organisme perombak limbah/ragi kompos (Tricholant). 
  • Aduk bahan sampai tercampur merata, kemudian tutup wadah dengan plastik.

3. Langkah Ketiga (Proses Pematangan)
  • Dalam proses ini waktu yang dibutuhkan adalah 5-6 minggu.
  • Setiap 7 hari sekali, aduk sampah dalam wadah, Dalam proses ini, usahakan suhu bahan berkisar 30-70 derajat celcius. 
  • Memasuki minggu ke-5 atau ke-6, kompos sudah jadi. 
  • Ciri-cirinya adalah sampah tidak lagi berbau busuk, namun telah berbau tanah dengan warna coklat kehitaman dan suhu 30-32 derajat celcius.

4. Langkah Keempat ( Pengayakan)
  • Agar didapat hasil pupuk yang seragam, sebaiknya kompos diayak, namun apabila pupuk organiknya mau dipakai sendiri juga bisa langsung untuk pemupukan.

Catatan  :
  • Agar hasil pupuk kompos organik yang dibuat memiliki kualitas yang baik, selama dalam proses pematangan, usahakan suhu bahan organik berkisar 30-70 derajat celcius, 
  • Kelembaban bahan organik berkisar 40-60 derajat celcius, 
  • Derajat kemasaman pH kompos berkisar antara 6,5-7,5.
  • Adapun ciri fisik hasil kompos yang baik dapat dilihat secara visual dan dirasakan, antara lain warna kompos coklat kehitaman, tidak berbau busuk atau menyengat, tetapi berbau tanah tanah, berbutir halus, lunak ketika dihancurkan dengan jari-jari tangan. 
Baca juga  :

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Rumah Tangga

Nah, sampailah kita pada pembahasan tentang cara membuat pupuk organik cair dari sampah rumah tangga. Berikut ini langkah-langkahnya:

Langkah Pertama 
  • Persiapkan bahan bakunya, yakni sampah-sampah organik. Sampah organik bisa berupa sisa makanan, kulit buah, sisa sayuran. Agar nanti sampah bisa cepat terurai sebaiknya cacah atau potong-potong sampah yang mempunyai ukuran besar
  • Persiapkan terlebih dahulu wadah, wadah bisa dari tong plastik atau bekas kaleng cat (Adapun ukuran wadah bisa menyesuaikan). Siapkan pula kantong plastik dan beri beberapa lubang sebesar 1 cm. Lubang ini untuk memperlancar sirkulasi air dalam tong.
  • Persiapkan tetes tebu atau gula yang sudah dilarutkan untuk mengaktifkan EM4.
  • Persiapkan EM4 untuk memudahkan proses pelarutan. Adapun untuk mendapatkan EM4 Anda bisa membelinya di toko-toko pertanian atau membuatnya sendiri.

Langkah Kedua
  • Persiapkan air sumber/air sumur. Hal yang mesti diperhatikan, jangan gunakan air hujan, air PAM maupun air irigasi, karena air-air tersebut dapat tercemar zat-zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba.
  • Campurkan cincangan sampah hijau, EM4, dan air gula atau tetes tebu ke dalam bak. Setelah itu masukkan campuran ke dalam kantong plastik yang sudah dilubangi. Kemudian masukkan kantong plastik ini ke dalam tong dan tambahkan dengan air.
  • Ikat kantong plastik berisi sampah hijau dan EM4 kemudian tutup rapat tongnya selama kurang lebih tiga minggu.
  • Setelah tiga minggu, buka tutup tong dan cek hasilnya. Jika sampah dalam tong itu tidak berbau busuk dan kelihatan menyusut berarti pembuatan pupuk organik cair telah berhasil. Angkat sampah dalam kantong plastik dan tiriskan. Anda akan mendapatkan 2 hal, sampah dari dalam plastik menjadi pupuk padat, sedangkan air dalam tong menjadi pupuk organik cair.
Itulah dua cara mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, Setidaknya ada dua hal bermanfaat yang bisa didapat dari hal ini, yaitu mengolah limbah sampah rumah tangga menjadi pupuk yang bisa digunakan, dan yang kedua adalah meminimalisir pencemaran lingkungan akibat sampah yang dibuang sembarangan. Selamat mecoba, semoga bermanfaat.

    Hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah

    Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda. Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.
    EmoticonEmoticon