logo blog
Selamat Datang Di Blog KemejingNet
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog KemejingNet,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Proses Penggolahan Gula Aren

KemejingNet - Proses Penggolahan Gula Aren. Gula aren adalah gula yang dihasilkan dari penyadapan pohon aren atau nira. Gula aren sering juga disebut gula jawa. Seperti pernah saya tulis di artikel saya yang terdahulu, pohon aren adalah pohon yang sangat serbaguna, karena dari semua yang ada dipohon aren dapat dimanfaatkan. Mengenai pohon aren, silahkan Anda baca Mengenal Manfaat Pohon Aren Atau Enau

Untuk menghasilkan gula aren yang siap dikonsumsi, tentunya melalui beberapa proses tahapan yang harus dilakukan dan salah satunya yaitu penyadapan nira. Namun yang akan saya bahas disini adalah proses pengolahan nira menjadi gula aren. Mengenai penyadapan nira, silahkan Anda baca Mengintip Proses Penyadapan Nira Aren

Proses Penggolahan Gula Aren

Proses Pengolahan Gula Aren

1. Setelah nira diambil setiap pagi dan sore hari, para petani nira lalu untuk menghasilkan gula aren, nira lalu dipanaskan dalam tungku selama kurang lebih 5-6 jam.

Proses Penggolahan Gula Aren

2. Setelah kira-kira 5-6 jam dan nira suda mulai mengental barulah gula aren siap untuk dicetak kedalam cetakan.

Proses Penggolahan Gula Aren

3. Cetakan yang umum dipakai oleh para petani umumnya terbuat dari tempurung kelapa, namun ada juga yang menggunakan bambu dan dakon.

Proses Penggolahan Gula Aren

4. Setelah gula aren dalam cetakan mengering, barulah gula bisa diambil, dalam penyimpanan gula aren, biasaya para petani membalutnya dengan daun jati atau dengan daun pisang yang sudah mengering (kelaras bahasa jawa). Hal itu dilakukan agar kondisi gula tetap kering dan baik sebelum dijual.

Pada saat ini harga gula aren dari petani dalam kisaran harga 15 sampai dengan 17 ribu. Para petani biasanya menjual gula aren pada pedagang pengepul maupun dijual ke pasar tradisional.

Demikian proses pengolahan gula aren yang bisa saya sampaikan, semoga memberi wawasan dan pengetahuan Anda, terutama bagi Anda yang belum tahu tentang gula aren. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Salam manis seperti gula aren.

Enter your email address to get update from KemejingNet.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

20 komentar

saya dulu kalo mau ngerujak pasti deh pake gula aren mas, tapi saya baru tau nih pembuatan gula aren nya, bisa juga kali mas ya buat dijadikan sampingan pembuatan gula aren nya :)

Balas

Di tempat saya, mayoritas petani gula aren mas, maklum daerah pegunungan, bapak saya juga menyadap nira mas, cuma saya aja yang blm bisa, he..he..

Balas

Heu bagian pemasarannya ,mungkin mas isrofi mah ya? :)

Balas

terimakasih ilmunya mas, saya juga baru tau itu cetakan ternyata dari tempurung kelapa, kalau didaerah saya mah namanya batok kelapa .. :)

Balas

Sama-sama mas Awan, sama aja batok ama tempurung mas he..he..

Balas

Kalau gula arennya dari pembuatnya langsung pasti murni ya mas kadang saya menemukan gula merah yang banyak ampasnya itu gimana ya mas?Kapan kapan bisa pesen nih gula aren dari kampungnya mas isrofi

Balas

nah itu dia point nya, mas isrofi bisa jadi pemasarannya, kan bisa ngeblog ya kang.hehe

Balas

Arah kedepannya emang gitu mas Hendri, Maksih.

Balas

Memang saat ini banyak gula aren yang kurang baik mas, kemungkinan bisa juga oplosan mas hasil daur ulang dan kadang dicampur gula pasir, yang lebih parah lagi sekarang ada yang menggunakan formalin mas. Ok mas, bisa pesan sama saya.

Balas

wih lama juga ya mas bikinnya

Balas

Gula aren memang banyak dibutuhkan untuk keperluan masak memasak, tapi sekarang banyak gula aren yang sudah dicampuri sehingga tidak murni lagi

Balas

Lumayan lama, Mas Denny.

Balas

Betul mas, mereka tidak memikirkan bahayanya.

Balas

Yang oplosan itu mas yang perlu kita waspadai, ulah pedagang nakal itu hlo yang bikin konsumen resah...

Balas

hehe, iya sama-sama mas :)

Balas

memerlukan waktu yang lumayan cukup lama ya

Balas

itu 5-6 jam harus diaduk terus kah

Balas

Ndak juga kang, paling kalau udah mulai akan mengental baru sering-sering diaduk

Balas

oh gitu toh kalau ngaduk terus 5-6 jam bisa gempor tangan :D

Balas

proses memasak nira menjadi gula aren lama juga sampai 6jm

Balas

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda yang sesuai dengan topik, mohon maaf bila kadang telat berkunjung balik.

Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.

Copyright © 2016. KemejingNet - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Modification by KemejingNet Proudly powered by Blogger