logo blog
Selamat Datang Di Blog KemejingNet
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog KemejingNet,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.

Nasi Gandul (Sego Gandul) Kuliner Khas Pati Jawa Tengah

Nasi Gandul (Sego Gandul) Kuliner Khas Pati Jawa Tengah. Nasi gandul atau dalam bahasa Jawa disebut Sego Gandul adalah merupakan masakan khas yang berasal dari daerah Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Makanan ini sepintas bila dilihat sekilas mirip dengan Semur Daging dan Gulai.

Pati merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Jawa Tengah, (daerah pesisir Jawa Tengah, merupakan jalan pantai utara Jawa). Nasi Gandul atau sego gandul sendiri menurut cerita yang ada sebenarnya dipopulerkan oleh sebuah daerah di Pati yaitu Desa Gajah Mati, itulah sebabnya sering ditemui kata-kata Nasi Gandul Gajah Mati.

Di Daerah Pati banyak dijumpai penjual nasi gandul atau kalau lidah jawa sering mengucapkannya sego gandul walaupun sebenarnya penjual nasi gandul tersebut bukan berasal dari desa Gajahmati, namun mereka tetap menuliskan kata Desa Gajahmati pada spanduk tempat makan mereka.

Nasi-Gandul-(Sego-Gandul)-Khas-Pati-Jawa-Tengah

Versi Nama Nasi Gandul (Sego Gandul)

Menurut berbagai sumber yang ada, asal-usul pemberian nama nasi gandul, ternyata mempunyai banyak versi yang mengemukakan tentang hal tersebut.

1. Versi Pertama
Dalam versi pertama ini banyak yang mengatakan kalau nama nasi gandul diberikan oleh pembeli. Dahulu di Daerah Pati, orang yang menjual nasi gandul masih menggunakan pikulan untuk menjajakan dagangannya. Pikulan tersebut berisi kuali yang merupakan tempat kuah nasi gandul dan pada sisi lainnya terdapat bakul nasi (wadah nasi), serta peralatan makanan.

Penjual nasi gandul menjajakan dagangannya dengan cara memikul dagangannya berkeliling. Karena terdapat dua beban di kedua sisi pikulan, ketika berjalan pikulan tersebut naik-turun seirama dengan langkah penjualnya, kedua sisi bambu ini bergantungan bakul nasi dan kuali kuah secara menggantung (gandul-gandul). Dari situlah kemudian masyarakat menamainya nasi gandul.

Nasi-Gandul-(Sego-Gandul)-Khas-Pati-Jawa-Tengah

2. Versi Kedua
Dalam versi kedua, nama nasi gandul sendiri kemungkinan terinspirasi dari cara penyajiannya yang unik tergolong unik. Dalam menyajikan nasi gandul ini, piring yang digunakan terlebih dahulu dilapisi dengan daun pisang, baru kemudian diisi dengan nasi, baru setelah itu diberi kuah. Dengan cara penyajian yang seperti itu, banyak para pembeli menyebut bahwa nasi dan kuah itu mengambang; menggantung, karena tidak menempel pada piringnya.


3. Versi Ketiga
Di Versi yang ketiga ini, kemungkinan besar ini hanyalah candaan belaka dikalangan masyarakat Pati. Banyak yang mengatakan bahwa dulunya penjual nasi gandul adalah seorang laki-laki yang menjajakan nasi tersebut dengan cara berkeliling dengan hanya memakai kain sarung. Dulu manakala penjual nasi gandul tersebut duduk saat melayani pembeli, kain sarung yang dipakai penjual tersebut tersingkap dan kelihatanlah alat kelaminnya yang ‘gandal-gandul’. Kemudian, sejak saat itu orang menyebut nasi itu adalah nasi gandul.

Dari ketiga versi yang ada  tersebut, versi pertama dan kedualah yang bisa dikatakan logis dan diterima oleh masyarakat luas, sehingga sampai saat ini sering disebut nasi gandul.

Cara Penyajian Unik Nasi Gandul (Sego Gandul)

Dalam penyajian nasi gandul ini bisa dibilang unik dan juga tradisional, karena dalam penyajiannya piring dialasi dengan daun pisang. Dan cara memakannya juga tidak menggunakan sendok seperti pada umumnya, melainkan menggunakan suru. Suru adalah daun pisang yang dipotong memanjang dan dilipat dua yang digunakan sebagai penganti sendok. Namun saat ini tentu para penjual juga telah menyediakan sendok dan garpu pada umumnya untuk digunakan. Tapi bila ingin merasakan sensasinya boleh juga tuh memakai suru sebagai sendoknya.

Ketika Anda membeli nasi gandul biasanya hanya akan mendapatkan nasi putih dengan ditambah kuah gandul dan sedikit potongan daging sapi. Namun apabila lauk yang telah diberikan dianggap tidak cukup, para pembeli dapat meminta tambahan lauk kepada penjual.

Adapun lauk-pauk yang tersedia pada nasi gandul adalah: tempe goreng, perkedel, telor bacem, daging sapi, dan jerohan sapi. Tambahan lauk ini dapat dipotong kecil-kecil sesuai dengan permintaan pembeli. Bagaimana?, Anda tertarik untuk mencicipi Nasi Gandul Khas Pati Jawa Tengah Ini, silahkan Anda berburu kuliner ke Pati.
Enter your email address to get update from KemejingNet.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

9 komentar

belum pernah tahu neng tentang nasi gandul ini, liat gambar juga gak tahu tuh. yang ada ditempat saya itu nasi potoh, tapi gak pake daging

Balas

kayaknya admin blog ini ada 2 deh ya

Balas

Iya mas, temen pengen nyoba belajar ngeblog, ya udah tak jadiin penulis aja, buat nyambung saya yg jarang update.

Balas

Yang menarik dari nasi gandul ini mungkin cara penyajianya yang sederhana sekali ya mas, dan juga bahan dari nasi gandul ini cukup alami dengan menggunakan daun pisang :)
Ehh kalo harga dari satu porsi nasi gendul ini berapa ya mas?

Balas

ngiler lihat fotonya, pengen ngeprint langsung dimakan tu nasi gandul

Balas

Versi ke-3 wkwkwwk :D

Ane kira nasi dari buah Gandul (bhs Jawa = Pepaya) yaitu buah Gandul diserut dimasak sbg pengganti nasi.

Penasaran mas, kapan2 ane ajak ke situ yah ?

btw, logo nya ganti baru niy....

Balas

Sego gandul belum pernah nyobain mas, padahal ada adek saya di Pati, kapan2 mungkin kalau main sana bisa mencoba kuliner yang satu ini...

Balas

kepo. siapa mas tmennya satu lg?
bunda alya?
Teman Hidup..hehe^^

Balas

sego gandul. saya bru denger mas. dsni bahkan gk ada,hehe
jd kuliner ini nasi dengan gulai daging yaa. wah enak juga, tpi klo porsinya sgitu saya kurang mah mas :D

Balas

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda yang sesuai dengan topik, mohon maaf bila kadang telat berkunjung balik.

Maaf link hidup tidak akan tampil disini, berkomentar yang baik itu salah satu cara mendapatkan backlink yang baik.

Copyright © 2016. KemejingNet - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Modification by KemejingNet Proudly powered by Blogger